DALANG NI ELISHA ORCARUS ALASSO MERIAHKAN GELAR SENI BUDAYA SURYODININGRATAN#1

Suryodiningratan - Pagelaran Pentas Seni Budaya di Lapangan Minggiran yang diselenggarakan kolaborasi antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Surya Pesona, Rintisan Kelurahan Budaya (RKB) dan Kelurahan Suryodiningratan. Gelar Pentas Seni Budaya Suryodiningratan #1 dilaksanakan pada tanggal 15 -16 Desember 2022 ini  dimeriahkan dengan penampilan kesenian TK, SD, SMP dan pegiat seni yang ada di wilayah Suryodiningratan. Sebagai puncak acara dari pentas seni budaya ini diselenggarakan wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ni Elisha Orcarus Alasso dengan lakon "Partakrama". Selain pementasan kesenian juga digelar potensi UMKM , yang diikuti oleh 70 (tujuh puluh) stand UMKM.

Pagelaran Pentas Seni Budaya ini semakin semarak dengan hadirnya Pj. Walikota Yogyakarta, Sumadi, Perwakilan Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Forum Rintisan Kelurahan Budaya Kota Yogyakarta, Forum Komunikasi Pimpinan Kemantren Mantrijeron, Pokdarwis, RKB, Tokoh masyrakat lembaga kampung, RT, RW dan pegiat seni wilayah Suryodiningratan. Antusiasme penonton pun sangat luar biasa, hal tersebut terbukti dengan jumlah penonton dan pengunjung UMKM yang melebihi ekspektasi panitia.

Dalam Sambutannya Sumadi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya Pagelaran Pentas Seni Budaya di Kelurahan Suryodiningratan. Kegiatan ini perlu di contoh oleh kelurahan lain di Kota Yogyakarta sebagai salah satu bentuk upaya pelestarian budaya Jawa. Terutama dalam menemukan potensi-potensi yang ada di wilayahnya. Dengan adanya kegiatan gelaran wayang kulit semalam suntuk ini merupakan pertunjukkan yang sangat luar biasa. Terutama ada sinden yang juga bisa dalang wayang. Semoga Kelurahan Suryodiningratan bisa menjadi kelurahan yang mandiri budaya. Pertunjukan wayang selalu membawa nilai-nilai filosofis, religius, dan pesan moral. Sehingga wayang hingga saat ini masih dipertahankan , dan menjadi ikon budaya nusantara serta bersama-sama untuk ikut melestarikan budaya, tidak hanya wayang, pelestarian budaya melalui tari, musik, dan seni juga bisa dilakukan.

Rangkaian kegiatan ini tidak meningglkan adat tradisi nan adi luhung. Terbukti dengan diawalinya kegiatan tersebut dengan ziarah ke Makam Pangeran Suryodiningratan, leluhur sebagai cikal bakal lahirnya Kelurahan Suryodiningratan, dilanjutkan dengan selametan, tumpengan sebagai sarana menghunjukkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar segenap rangkaian Gelar Seni BUdaya Suryodiningratan#1 dapat berjalan lancar dan membawa kemanfaatan bagi masyarakat Kelurahan Suryodiningratan pada khususnya dan KOta Yogyakarta pada umumnya. Acara selamatan , tumpengan ini diikuti oleh Lurah, Ni Dalang Elisha, Panitia serta perwakilan pendukung acara.

Dalam Pembukaan Gelar Seni Budaya Suryodiningatan#1, Riyan Wulandari,  Lurah Suryodiningratan menyampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya kolaborasi kegiatan ini. Ia juga mengungkapkan bahwa spirit dan komitmen terhadap upaya mengembangkan dan melestarikan budaya inilah yang memberikan kekuatan  sehingga dengan full swadaya masyarakat dan stakeholder yang ada di wilayah Kelurahan Suryodiningratan , kegiatan ini dapat dilaksanakan. Selain itu Kelurahan Suryodiningratan sebagai salah satu kelurahan Penyangga Sumbu Filosofi mempunyai tugas untuk menguatkan Sumbu Filosofi Sebagai Warisang Budaya , salah satunya adalah dengan menggelar event event budaya. Kegiatan ini merupakan salah satu pembuktian bahwa potensi kesenian, budaya, UMKM dan nilai  kegotongroyongan masyarakat Kelurahan Suryodiningratan sangat luar biasa.  Sisi yang lain adalah memberikan ruang seniman, pelaku UMKM untuk berkarya dan memulihkan keercayan dirinya lagi setelah pandemi covid 19. Perlu ada ruang bagi  mereka bisa bangkit lagi, itulah point penting yang harus digarisbawahi.